Home > Tak Berkategori > PERESMIAN HUMBOLDT CAFE DAN RESTO, KONTRIBUSI PENGUSAHA ASLI PAPUA DALAM PAD RP 186 MILIAR

PERESMIAN HUMBOLDT CAFE DAN RESTO, KONTRIBUSI PENGUSAHA ASLI PAPUA DALAM PAD RP 186 MILIAR

WALI KOTA MENGGUNTING PITA TANDA DIRESMIKANNYA HUMBOLDT CAFE DAN RESTO DIDAMPINGI PEMILIK USAHA YAN VRIESE

JAYAPURAKOTA – Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM dalam peresmian Humboldt Cafe dan Resto apresiasi kontribusi pengusaha asli Papua dalam meningkatkan PAD Kota Jayapura hingga capai Rp 186 Miliar. “Pada periode pertama saya menjabat, PAD Kota Jayapura sebesar Rp 20 Miliar dan sekarang menjadi Rp186,5 Miliar, membuat APBD turut meningkat menjadi Rp 1,4 Triliun, hal tersebut karena kota ini memaksimalkan SDM sebagai kota jasa, para pengusaha dan perekonomian berkembang pesat, selamat atas diresmikannya Humboldt Cafe dan Resto” katanya meresmikan Humboldt Cafe dan Resto, di Entrop, Jayapura Selatan, Kamis 8 Maret 2018.

Ketua Kamar Adat Pengusaha Asli Papua (KAP) Merry Yoweni mengatakan bahwa KAP merupakan mitra provinsi Papua, yang mengelola langsung dana otsus. “Perdasus No 25 tahun 2013 tentang pembagian dan penerimaan dana otsus, sebesar 20% diperuntukkan bagi perekonomian yang artinya terdapat ruang bagi para pengusaha asli Papua,” katanya.

Pada tahun 2016, lanjutnya, dana yang digelontorkan dari otsus kepada KAP sebesar Rp 25 Miliar, lalu tahun 2017 dialokasikan Rp 15 Miliar. Dana tersebut telah menjangkau lebih dari 5 ribu rekening pengusaha orang asli Papua.

Pengusaha orang asli Papua dirincikan mulai dari pedagang kecil seperti pinang hingga resto dan cafe. Total 5 ribu rekening yang tersalurkan otsus, 40% berada di Kota Jayapura. Hasil peresmian Pasar Mama Mama Papua telah terdaftar 550 orang yang dibantu langsung kepada rekening pengusaha, di tahun 2016. Total sebanyak 2870 rekening dari Pemerintah Provinsi langsung ke rekening pedagang. “KAP dalam hal ini tidak mengelola uang publik agar terjadi transparansi,” katanya.

Pemilik Humboldt Cafe dan Resto Yan JD Vriese mengatakan bahwa ia berharap bisa mengangkat kuline asli Papua dengan konsep bisnis yang ditekuninya. “Nama Humboldt diberikan karena saya lahir dan besar di port terutama di kampung Tobati yang telah menghidupi saya sekeluarga, saya harap tempat ini bisa menjadi destinasi wisata kuliner lokal, yang terus bisa dikembangkan,” katanya.

  • 1
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*