Home > Tak Berkategori > 4 OGOH-OGOH RAKSASA MERIAHKAN RANGKAIAN PERAYAAN NYEPI 1940 TAHUN BARU SAKA

4 OGOH-OGOH RAKSASA MERIAHKAN RANGKAIAN PERAYAAN NYEPI 1940 TAHUN BARU SAKA

WAKIL WALI KOTA JAYAPURA IR H RUSTAN SARU, MM MENGUCAPKAN SELAMAT MEMPERINGATI NYEPI 1940 TAHUN BARU SAKA

JAYAPURAKOTA – Peringatan Nyepi 1940 tahun baru Saka, umat Hindu di Kota Jayapura dimeriahkan kehadiran empat ogoh-ogoh raksasa dan satu ogoh-ogoh kecil, dalam rangkaian Upacara Tawur Agung Kasangka. “Saya mengajak umat Hindu memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Ida Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Kuasa karena masih diberi kesempatan menjalankan rangkaian ibadah Nyepi 1940 tahun baru Saka, upacara tawur agung kasangka dan parade ogohh-ogoh,” kata Wakil Wali Kota Jayapura Ir H Rustan Saru, MM pasca Upacara Tawur Agung Kasangka dan Festival Ogoh-Ogoh di Taman Imbi, Jayapura Utara, Jumat 16 Maret 2018.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Jayapura I Komang Alit Wardana, SE, MM mengatakan bahwa, upacara tersebut merupakan kali ketiga setelah tiga tahun lalu dilangsungkannya untuk pertama kali. “Upacara hari ini adalah yang ketiga kalinya, tiga tahun lalu di taman Imbi kami melakukan upacara Tawur Agung Kasangka untuk pertama kalinya. Parade ogoh-ogoh sebagai pelengkap rangkaian ibadah menyambut tahun baru Saka,” katanya.

WAKIL WALI KOTA BERSAMA PARA PINANDITA DAN WARGA HINDU KOTA JAYAPURA MELEPAS PARADE OGOH-OGOH

Parade ogoh-ogoh sebagai symbol menyerap energi negatif atau sifat jahat manusia diarak secara massal oleh umat hindu dan peserta parade yang melibatkan personel TNI, serta mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Papua. Komang mengatakan taman Imbi selain sebagai zero poin Kota Jayapura, juga merupakan prapatan agung yang artinya pertemuan antara langit dan bumi, yang mana menjadi tempat sacral dalam melakukan ibadah. Tujuannya mendamaikan Kota Jayapura dan Papua secara umum, keanekaragaman tercermin di tanah ini, semoga menjadi kelanjutan ke depannya.

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota mendoakan umat Hindu di Kota Jayapura agar memperoleh kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan, serta semangat berbenah diri untuk menjadi yang lebih baik di tahun yang baru. Memperingati tahun baru Saka 1940, umat Hindu di Kota Jayapura melakukan serangkaian kegiatan reflektif, yang di antaranya melaksanakan tapabratha, upawase, dan lainnya. Serangkaian kegiatan tersebut sebagai wujud kontemplasi, perenungan, dan refleksi diri.

“Dalam ajaran Hindu kita mengenal istilah Tri Hita Karana atau suatu konsep keseimbangan, konsep kedamaian, dan konsep keharmonisan, yang mana merupakan hubungan manusia dengan alam semesta,” katanya. (HUMAS)

WAKIL WALI KOTA BERSAMA PARA PINANDITA, WARGA HINDU KOTA JAYAPURA, DAN MAHASISWA ISBI PAPUA MENAMPILKAN 4 OGOH-OGOH RAKSASA

 

Humas Setda Kota Jayapura

  • 13
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*