Home > Tak Berkategori > RAPAT EFEKTIFITAS PELAYANAN KESEHATAN, WAKIL WALI KOTA MINTA FOKUS MANAJEMEN, SDM, DAN FASILITAS KESEHATAN

RAPAT EFEKTIFITAS PELAYANAN KESEHATAN, WAKIL WALI KOTA MINTA FOKUS MANAJEMEN, SDM, DAN FASILITAS KESEHATAN

RAPAT EFEKTIFITAS PELAYANAN KESEHATAN

JAYAPURAKOTA – Rapat Kepala Puskesmas perihal Efektifitas Pelayanan Kesehatan di Lingkungan Pemerintah Kota Jayapura, Wakil wali Kota Jayapura Ir H Rustan Saru, MM instruksikan fokus ke manajemen puskesmas, kualitas SDM puskesmas, dan fasilitas puskesmas. “Sekarang fokus dulu ke manajemennya, kualitas SDM, tertib administrasi, dan fasilitas puskesmas,” kata Wakil Wali Kota di ruang rapat Wakil Wali Kota Jayapura, Kamis 22 Maret 2018.

Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas Imbi, Kepala Puskesmas Yoka, Kepala Puskesmas Kotaraja, Kepala Puskesmas Twano, dan Kepala Puskesmas Abepura. Beberapa hal penting dalam rapat membahas tertib administrasi pasien yang dinilai masih dianggap sepele. Dalam pelayanan kesehatan terdapat Kartu Papua Sehat (KPS) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), yang mana dapat digunakan untuk memperoleh pelayanan kesehatan gratis terutama bagi Orang Asli Papua (OAP). Laporan kepala puskesmas Kotaraja bahwa masih banyak masyarakat OAP yang belum memiliki kelengkapan administrasi, bahkan tidak memiliki identitas diri atau KTP.

WAKIL WALI KOTA JAYAPURA IR H RUSTAN SARU, MM

“Cukup banyak masyarakat tertutama dari luar Kota Jayapura yang berobat tanpa menggunakan KTP atau identitas penunjang lain dan administrasi pelayanan kesehatan lainnya seperti KPS dan KIS, perlu ditempatkan petugas Pencatatan Sipil agar bisa mencatat dan membuatkan identitasnya,” kata Kepala Puskesmas Kotaraja Jelly Vani Feran, SKM kepada Wakil Wali Kota Jayapura.

Manajemen puskesmas ke depannya juga akan mengalami peleburan yang melibatkan puskesmas Kotaraja dan puskesmas Twano. Puskesmas Kotaraja sebagai tempat penyimpanan obat-obatan dan logistik lain, sementara puskesmas Twano akan dijadikan rujukan UGD dan ruang bersalin. Hal tersebut diterima positif Kepala Puskesmas Twano, namun beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sosialisasi kepada pasien. Sosialisasi perihal alih fungsi puskesmas gudang logistik di Kotaraja dan pelayanan kesehatan yang terfokus di Twano.

Beberapa kepala puskesmas juga mngeluhkan fasilitas penunjang puskesmas di antaranya bangunan yang perlu diremajakan, ruangan yang perlu direhabilitasi, dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Mengingat enam puskesmas akan mendapat akreditasi, di antaranya puskesmas Tanjung Ria, Koya Barat, Abe Pantai, Hamadi, Wahno, dan Abepura. Wakil Wali Kota juga terus mengingatkan esensi dari UU No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Ia berharap dinas kesehatan melalui pelayanan puskesmas mampu masuk dan memperoleh zona hijau oleh Ombudsman.

Pelayanan puskesmas 24 jam juga menjadi perhatian serius Wakil Wali Kota dalam rapatnya, bahwa masih ditemukan seperti puskesmas Yoka yang tidak menerapkan pelayanan tersebut dikarenakan SDM yang kurang. Kemudian, puskesmas Hamadi yang tutup pukul 10 malam yang seharusnya buka 24 jam. Hal tersebut akan dikaji dengan memperhatikan DPA dinas kesehatan untuk jam tambahan pegawai puskesmas agar pelayanan bisa maksimal. (HUMAS)

 

Humas Setda Kota Jayapura

  • 12
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*