Home > Berita > Wakil Walikota Pimpin Apel Penertiban Pasar Hamadi

Wakil Walikota Pimpin Apel Penertiban Pasar Hamadi

WAKIL WALIKOTA JAYAPURA, Ir. H. RUSTAN SARU, MM KETIKA MEMIMPIN APEL PENERTIBAN PASAR HAMADI

JAYAPURAKOTA – Dalam rangka melakukan penertiban di pasar sentral Hamadi, Kamis, 3 Oktober 2019, dilakukan apel bersama yang dipimpin Wakil Walikota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota mengatakan, penertiban di kompleks pasar Hamadi ini dilakukan karena, pasar Hamadi merupakan pasar sentral dan merupakan pusat pelayanan traksaksi jual beli seluruh masyarakat, baik yang dari kota maupun kabupaten terdekat.

“Sekian banyak pedagang dan pembeli tentu pasar ini harus ditata dengan rapi dan baik,” ungkapnya.

Menurutnya, di pasar Hamadi sudah sering dilakukan penertiban. Yang melanggar ketentuan karena tidak membuka kios atau tidak membayar retribusi diberikan peringatan dan ketika peringatan tersebut tidak diindahkan, maka akan ada tindakan terakhir. Hal tersebut dilakukan agar pasar Hamadi betul-betul tertata dalam segala hal baik sisi keamanan, ketertiban dan kebersihannya.

“Ada beberapa kios yang perlu ditertibkan. Pemilik kios-kios ini sudah beberapa lama belum membayar retribusi sehingga perlu ditertibkan. Ini dilakukan karena sudah beberapa kali memberikan peringatan tetapi tidak diindahkan, hal yang perlu disikapi secara serius agar tidak terus terulang,” tegasnya.

Kepada instansi teknis diharapkannya, terus  melakukan sosialisasi, pendekatan dan komunikasi dengan para pedagang, karena pemerintah sifatnya pelayanan. Diharapkan pasar Hamadi bisa jadi pasar percontohan di kota Jayapura, sehingga kebersihan, ketertiban dan keamanannya harus tetap terjaga, termasuk juga berkaitan dengan pengaturan lahan parkir agar tidak menimbulkan kemacetan.

“Ini adalah usaha kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sebagai pedagang, tapi harus diingat disini ada hak dan kewajiban, sehingga perlu selalu ada sosialisasi agar hak dan kewajiban dijalankan. Sangat diharapkan ini jangan terus berulang. Karena kalau kita melakukan operasi seperti ini perlu biaya dan waktu, mendingan uang yang ada digunakan untuk yang lain saja,” tandasnya.(HUMAS)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*