Home > Berita > Wali Kota Jayapura Minta Rapid Tes Massif Dihentikan

Wali Kota Jayapura Minta Rapid Tes Massif Dihentikan

JAYAPURAKOTA – Setelah 5 bulan berjalan perangi pandemic corona virus disease, melalui Tim Gugus Tugas penanganan covid 19, pemerintah kota jayapura hentikan layanan masif rapid test massal di kota jayapura.

“Saya sudah perintahkan ketua gugus tugas covid, dan kepala dinas kesehatan kota jayapura stop melakukan rapid tes diwilayah kota jayapura,”kata Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano MM, saat memberikan arahan pada apel dan kebersihan dalam rangka Bulan Kemerdekaan RI ke 75 Tahun kota Jayapura, Jumat 24 Juli 2020.

Dikatakan, penghentian rapid tes masif yang  digelar sejak ditetapkan siaga darut covid 19, dikarenakan angka reaktif covid 19 terus meningkat di kota Jayapura. Selain itu, defisitnya anggaran yang di miliki pemerintah kota Jayapura karena untuk menangani covid 19.

Tujuan rapid tes massif yang dilakukan pemerintah kota jayapura untuk medeteksi sejak dini warga yang reaktif covid 19 untuk di lakukan penanganan medis secara cepat dan pasien bisa selamat dari covid 19.

“Tujuan saya awalnya, kita cepat mendpaati yang positif,  kita ambil cepat ditangani medis, dia sembuh  juga cepat, karena pasien masih sakit ringan dan sakit sedang,” jelas Wali kota ke-8 Kota Jayapura.

Selain itu, ratusan pasien yang sementara menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Hotel Sahid Jayapura, pihaknya akan menutup, dan melakukan karantina mandiri di Rumah masing-masing.

“Saya kasih stop, tidak boleh lagi lanjut, ikuti perintah saya, lakukan isolasi mandiri kalau ada yang positif,”cetus Benhur Tomi Mano.

Untuk tetap menekan angka penyebaran covid 19 di kota Jayapura, pihaknya melalui dinas kesehatan akan melakukan tracking kepada wilayah yang diduga terdapat pandemic corona.

Dikatakan, penghentian rapid tes dan pemusatan penanganan di hotel sahid tidak dilanjutkan karena biaya yang diajukan ke provinsi Papua di tolak.

“Tidak ada bantuan dari pemerintah provinsi yang kita ajukan 19 milliyar, tidak disetujui, maka stop, rumah sakit hotel sahid di tutup,”ungkap BTM.

Diungkapkan, Dana yang dimiliki pemerintah kota Jayapura tidak hanya untuk penanganan Covid tetapi juga untuk pembangunan infrastruktur dan keperluan kesejahtraan warga.

Wali Kota memintah puskesmas untuk berperan dalam penanganan pasen covid sesuia dengan domisili pasien.

“Kalau ada kedapatan warga kita yang sakit, ditangani oleh 13 puskesmas, kalau dia warga saya di japsel ditangani oleh puskesmas Twano,”tegas Wali Kota. (Humas)

  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*