Home > Berita > Press Release > Oktober, BTM Mulai Dilaksanakan di Kota Jayapura

Oktober, BTM Mulai Dilaksanakan di Kota Jayapura

JAYAPURAKOTA – Dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan pandemi covid-19 di kota Jayapura, Kamis, 30 September 2021, dilakukan rapat evaluasi, dipimpin Walikota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM dihadiri forkopimda, Ketua LMA Port Numbay, tokoh agama, pimpinan RS dan instansi terkait lainnya.

Dalam rapat evaluasi tersebut diputuskan beberapa hal yaitu, Belajar Tatap Muka (BTM) bagi siswa SD dan SMP akan dimulai pada 1 Oktober, tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan kehadiran siswa 50 persen dimasing-masing kelas, bagi siswa yang belum vaksin tetap mengikuti pembelajaran secara daring.

Selain itu diputuskan bahwa, penumpang kapal laut lokal Papua diperbolehkan masuk ke kota Jayapura, dengan tetap melakukan pemeriksaan rapid antigen dari daerah asal. Perbatasan RI-PNG dibuka khusus untuk masyarakat yang berada disekitar wilayah perbatasan dan tetap melakukan tes Antigen dan jika positif langsung dikembalikan.  Aktifitas masyarakat dan perekonomian mulai jam 06.00 sampai 22.00 Wit. Operasi yustisi Perda Nomor 3 tahun 2020 tetap dilaksanakan di wilayah Kota Jayapura. Di Kota Jayapura tetap dilakukan 3M dan 3T. Tempat peribadatan dibuka dengan kapasitas jemaat/umat 50 persen dan pemimpin umat diminta melakukan sosialisasi kepada umat/jemaatnya. Pelaksanaan imunisasi covid-19 tetap dilakukan setiap hari.

Walikota juga menjelaskan, di kota Jayapura capaian imunisasi covid-19 dosis pertama sudah mencapai 65,47 persen dan dosis ke-2 39 persen dan dosis 3 0,21 persen. Sedangkan ro/rt bulan September 1,41.

Berkaitan dengan pelaksanaan PON XX, masyarakat yang akan menonton disetiap venue wajib sudah mendapatkan 2 dosis imunisasi, daya tampung penonton 25 persen. Disetiap venue disiapkan tempat untuk imunisasi covid dan rapid antigen.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Jayapura, Fachruddin Pasollo mengatakan, pada prinsipnya Dinas Pendidikan sebagai pelaksana teknis, tetap mengikuti instruksi Walikota dan untuk pelaksanaannya menunggu instruksi Walikota.

“Pada prinsipnya sekolah-sekolah sudah siap, baik dari sisi infrastruktur penerapan protokol kesehatan maupun terkait dengan tenaga pendidikan. Mekanisme prosedur pelaksanaan pendidikan di sekolah sudah dari tahun 2020 disiapkan,” jelasnya.

Dikatakannya,  prosentase imunisasi covid-19 ditingkat SMP, sudah 98 persen untuk tenaga guru dan 40 persen untuk siswa.

Terkait sistem pembelajaran BTM selalu mengikuti petunjuk yang sudah disampaikan Menteri Kebudayaan. Yang biasanya di sekolah selama 7 jam sekarang paling lambat 1,5 jam.

“Teknisnya diatur sekolah karena mereka yang lebih paham dan mengetahui terkait ruang belajar yang tersedia. Kantin tidak ada, tidak ada istirahat main langsung pulang, olahraga juga tidak ada. Dinas Pendidikan dan kepala sekolah secara teknis sudah siap melaksanakan BTM,” jelasnya menambahkan. (Humas)

  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*