Home > Berita > Wali Kota jayapura Tawarkan Pantai Paalong jadi Tujuan wisata

Wali Kota jayapura Tawarkan Pantai Paalong jadi Tujuan wisata

Suasana Penjemputan Wali kota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano MM Oleh kepala dinas Pariwisata Kota Jayapura di Pantai Paalong.

JAYAPURAKOTA-Wali kota Jayapura Benhur Tomi Mano membuka Festival Port Numbay yang digelar di Pantai Paalong, Rabu 29 September 2021. Festival ini juga menjadi ajang memperkenal  Pantai Paalong sebagai tujuan wisata baru.

“Saya menyambut baik Festival Port Numbay untuk memperkenalkan pantai ini (Paalong), seperti Pantai Cibery kita telah memperkenalkan, begitu pun dengan Pantai Base G, Pantai Hamadi dan beberapa pantai lainnya,” kata Tomi Mano disela-sela festival.

Menurut Tomi Mano, Pantai Paalong dapat menjadi pilihan baru bagi masyarakat untuk berakhir pekan. Apalagi Pantai Paalong menawarkan pemandangan lautan yang luas serta rumput yang hijau.
“Dengan memperkenalkan pantai ini akan menjadi nilai jual bagi masyarakat Tabi, serta dapat melestarikan budaya – budaya yang ada di pantai ini. Jadi mari kita jaga melestarikan budaya bagi orang-orang Port Numbay di atas tanah ini, untuk anak cucu kita nantinya,” pesannya.
Tomi menuturkan, Kota Jayapura memiliki banyak tempat indah dengan pesona berbeda.

“Port Numbay merupakan teluk dalam teluk dan ini begitu indah, ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tuturnya

Tomi Mano juga menjelaskan alasannya dirinya mempertahankan kampung dalam kota agar budaya dan tatanan adat istiadat di Kota Jayapura tidak hilang. Sebab, budaya dan tatanan adat istiadat merupakan warisan untuk anak cucu di masa yang akan datang.

“Kenapa saya mempertahankan kampung dalam kota? Saya ingin tatanan adat istiadat tetap ada di dalam kota, tidak  boleh hilang, makanan khas, ukiran, kerajinan, bahasa ibu kita tidak boleh hilang sampai kepada anak cucu kita,” kata Tomi Mano.

Ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak menjual tanah-tanah kepada orang lain, karena tanah ini bisa memberikan nilai ekonomi yang bagi keluarga. “Marilah kita bisa menjaga dan merawat, jangan menjual tanah, hargailah tanah yang sudah diberikan, ini tanah itu tidak bisa basi, tidak bisa busuk,” pesan Tomi Mano. * (Humas/tiwi)

  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*